KIM Harapan Mulya Gandeng Praktisi Inovasi Teknologi: Rancang Konsep Tata Kelola Sampah Terpadu Berbasis Teknologi di Tingkat Desa Tanpa Membebani APBDes

  • Jan 15, 2026
  • News Admin

Padalarang, Kabupaten Bandung Barat – 7 Januari 2026 – Berbekal hasil diskusi, diseminasi dan pemetaan maslah sampah di desa selama tahun 2025, Komunitas Informasi Masyarakat (KIM) Harapan Mulya melakukan inisiasi kerjasama strategis dengan praktisi inovasi teknologi untuk merancang konsep tata kelola sampah terpadu berbasis teknologi di tingkat desa. Inisiatif ini bertujuan mengatasi permasalahan sampah di wilayah pedesaan Kabupaten Bandung Barat khususnya melalui pendekatan inovatif, ramah lingkungan, dan berkelanjutan, sejalan dengan upaya nasional menuju ekonomi sirkular dan pengelolaan sampah berbasis masyarakat.

Praktisi Teknologi yang digandeng  dikenal dengan inovasi teknologi pengolahan sampah seperti insinerator ramah lingkungan berbasis Sistem Tungku & Treatment Air (Stungta), serta program  Minimalisasi Sampah Mandiri, akan berkolaborasi dengan KIM Harapan Mulya dalam mengintegrasikan teknologi tepat guna untuk pengelolaan sampah dari sumber hingga pengolahan akhir di tingkat desa. Konsep ini mencakup pemilahan sampah organik dan anorganik di tingkat rumah tangga, pengomposan mandiri, daur ulang, serta pengolahan residu dengan teknologi minim emisi untuk mengurangi volume sampah yang dibuang ke TPA.

Bapak Mochamad Wendy, Ketua KIM Harapan Mulya yang juga merupakan Implementator serta Narasumber KIM.ID Nasional, menyatakan: "Kami sangat antusias menggandeng Praktisi Inovasi Teknologi yang peduli lingkungan sebagai mitra teknis. Sebagai pegiat pemberdayaan desa, saya melihat kolaborasi ini sebagai langkah nyata untuk memperkuat peran KIM bukan hanya menangani maslah lingkungan dan mitigasi bencana darurat sampah, namun juga dalam pemberdayaan masyarakat desa dalam pelaksanaanya. Konsep tata kelola sampah terpadu berbasis teknologi di tingkat Desa ini akan memanfaatkan teknologi tepat guna dengan konsep kemitraan strategis antara Praktisi Inovasi Teknologi dengan Otoritas Pemerintah Desa untuk dapat menciptakan nilai eknomis dari pengelolaan sampah terpadu dalam upaya menambah sumber pendapatan asli desa melalui BUMDES dan tentunya dapat menciptakan lapangan kerja bagi masyarakat desa, hebatnya lagi konsep kemitraan strategis ini akan kita dorong peaksanakaanya untuk tidak membebani APBDes dalam implementasi teknologinya,  selain itu program ini  akan ditunjang dengan platform kim.id untuk diseminasi informasi, edukasi literasi lingkungan, dan monitoring partisipasi warga dalam pemilahan sampah rumah tangga. Harapannya,konsep ini  bisa menciptakan model desa mandiri sampah di Kabupaten Bandung Barat, mendukung visi Bupati untuk masyarakat yang mandiri, sejahtera, dan berakhlak mulia."

Perwakilan Praktisi Technologi dan Inovasi  Bapak Hidayat Priatna menambahkan bahwa inovasi mereka, yang telah mendapatkan sertifikasi SNI untuk insinerator pengolah sampah, dirancang untuk efisiensi tinggi dengan emisi rendah dan dukungan program hulu seperti motor listrik pengangkut sampah (StungtaXGeli). Kerjasama dengan KIM Harapan Mulya ini akan dimulai dengan pilot project di Desa yang akan di siapkan oleh KIM Harapan Mulya melibatkan Pemerintah Desa, BUMDes, dan masyarakat guna pembentukan unit pengelola sampah terpadu, dan integrasi teknologi serta kebutuhan infrastruktur penunjang untuk operasional pengelolaan sampah organik dan non rganik di desa.

Kerjasama ini juga selaras dengan regulasi nasional, Permenkominfo No. 4 Tahun 2024 tentang kemitraan komunikasi dengan KIM, serta fokus Dana Desa pada pemberdayaan masyarakat dan ketahanan lingkungan tahun 2026 sesuai Permendes tNo. 16 Tahun 2025. KIM Harapan Mulya dan Pralktisi Teknologi Idan novasi telah sepakat akan melibatkan Otoritas Pemerintah Desa sebagai pelaksana program dengan dukungan Dinas terkait di Kabupaten Bandung Barat untuk dukungan regulasi dan pendampingan, dengan target implementasi awal pada triwulan pertama 2026.

Dalam kegiatan ini hadir juga beberapa narasumber diantaranya Kepala Desa Paninggaran, Kepala Desa Domiyang, Ketua BUMDESMA Kecamatan Paninggaran, serta Komunitas pegiat lingkungan GEMI Kota Cimahi memberikan masukan dan pandangan terkait program ini. Merekan berharap  Langkah ini diharapkan tidak hanya mengurangi timbulan sampah di desa, tetapi juga menciptakan nilai ekonomi baru melalui produk daur ulang, kompos, dan energi alternatif, sehingga memperkuat ketahanan desa terhadap perubahan iklim dan masalah lingkungan.