Pemerintah Aceh Perpanjang Masa Tanggap Darurat dan Percepat Pemulihan Pasca-Banjir di Kabupaten Terdampak
- Jan 13, 2026
- News Admin
Banda Aceh, 13 Januari 2026 – Pemerintah Provinsi Aceh melalui Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA) secara resmi memperpanjang status tanggap darurat bencana hidrometeorologi hingga 22 Januari 2026. Keputusan ini diambil menyusul terjadinya banjir susulan di sejumlah wilayah seperti Aceh Utara dan Aceh Timur akibat intensitas hujan yang kembali meningkat dalam beberapa hari terakhir.
Kondisi Terkini dan Dampak Bencana
Berdasarkan data terbaru per 12 Januari 2026, meskipun di beberapa wilayah air mulai surut, sebanyak 10.914 warga di Aceh Tengah masih terisolir akibat putusnya akses jembatan dan jalan akibat tanah longsor. Sementara itu, di Kabupaten Aceh Timur, tercatat sekitar 2.818 unit rumah sempat terendam banjir yang tersebar di 11 kecamatan.
Secara kumulatif, bencana hidrometeorologi di Aceh awal tahun ini telah berdampak pada infrastruktur publik yang signifikan, termasuk kerusakan ribuan hektare lahan pertanian (kopi, cabai, dan sawah) serta kerusakan pada ratusan ruas jalan dan irigasi.
Langkah Penanganan Darurat
Gubernur Aceh, Muzakir Manaf, menegaskan bahwa prioritas utama dalam masa perpanjangan ini adalah:
-
Aksesibilitas: Pembangunan jembatan bailey dan jembatan darurat untuk membuka akses bagi warga yang masih terisolir di wilayah pedalaman.
-
Logistik dan Kesehatan: Distribusi bantuan pangan dan obat-obatan terus dipercepat ke titik-titik pengungsian. Fokus khusus diberikan pada pencegahan penyakit pascabanjir seperti ISPA dan infeksi kulit.
-
Rehabilitasi Pemukiman: Pemerintah pusat melalui Mendagri telah melakukan inspeksi langsung dan menyiapkan skema bantuan hunian tetap bagi warga yang rumahnya hilang atau rusak berat akibat banjir bandang dan longsor.
"Kami bekerja sama dengan TNI, Polri, dan relawan untuk memastikan tidak ada warga yang terabaikan, terutama di daerah yang sulit dijangkau. Kami juga mengapresiasi dukungan pemerintah pusat dalam mempercepat pembersihan lumpur dan perbaikan infrastruktur vital," ujar Gubernur Aceh dalam rapat koordinasi di Posko Tanggap Darurat.
Imbauan Masyarakat
Mengingat prakiraan cuaca yang menunjukkan potensi hujan dengan intensitas tinggi masih mungkin terjadi, Pemerintah Aceh mengimbau seluruh masyarakat untuk tetap waspada. Warga yang tinggal di bantaran sungai dan lereng perbukitan diminta untuk segera mengevakuasi diri ke titik aman jika debit air meningkat secara drastis atau terjadi tanda-tanda pergeseran tanah.
Pemerintah juga meminta masyarakat untuk terus memantau informasi resmi dari BPBD setempat dan tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi kebenarannya (hoaks).